BERAU, Global-satu.com – Pengerjaan drainase di sepanjang Jalan Gang Padat Karya, Kecamatan Teluk Bayur, diduga melampaui target waktu yang telah ditentukan. Meski aktivitas pekerja masih terlihat di lokasi, proyek yang seharusnya tuntas pada akhir tahun 2025 tersebut terpantau masih bergulir hingga awal Januari 2026.
Keterlambatan ini memicu keluhan warga, salah satunya dari Saipul. Ia menilai durasi pengerjaan drainase di kawasan tersebut sudah terlalu lama dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan segera rampung.
“Apalagi material diletakkan sembarangan di tengah jalan begitu saja,” ketusnya.

Saipul mengaku sempat berupaya mencari kejelasan mengenai detail proyek tersebut. Namun, saat ia bertanya kepada para pekerja di lapangan, mereka justru mengaku tidak tahu siapa kontraktor pelaksananya maupun pihak yang bisa dihubungi untuk konfirmasi.
Kondisi tersebut memperkuat dugaan Saipul bahwa proyek tersebut sengaja ditutup-tutupi dari sisi transparansi informasi publik. Apalagi berdasarkan pantauan langsung di lokasi pengerjaan, tidak nampak adanya papan informasi proyek yang terpasang sebagai bentuk keterbukaan.
Ketiadaan papan pengumuman ini membuat warga, termasuk Saipul, buta akan identitas kontraktor yang bertanggung jawab, hingga batas untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Terlepas dari keterlambatan yang terjadi, Saipul berharap pihak pelaksana tetap mengedepankan kualitas bangunan dan segera menuntaskan pengerjaan agar mobilitas warga kembali normal.
“Pekerjanya memang ada, tapi masalahnya lama sekali selesainya. Apalagi papan namanya tidak ada, jadi kami tidak tahu ini proyek siapa dan sampai kapan kondisinya begini terus,” keluh Saipul.
Penulis: Indra/Rdk
.
.
.




