LANGSA – Sebagai bentuk perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni Pengabdian pada masyarakat, Dosen Universitas Samudra (Unsam) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), lakukan serangkaian kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
Salah satu kegiatan yang dilakukan yakni memberikan Pelatihan Penguatan Kompetensi Guru, bagi guru Sekolah Dasar, bertempat di Aula PGSD Kampus tersebut, Rabu (3/8/2022).
Ketua Tim PKM Ronald Fransyaigu, S.Pd, M.Pd dalam penyampaiannya pada acara pembukaan mengatakan, kegiatan pengabdian ini mengambil Thema
Gerakan Bengkel Literasi Melalui Pendampingan Pembuatan E-Book Pop-up Sebagai Upaya Meningkatkan Literasi Anak.
Menurut Ronald, Saat ini kemampuan membaca anak-anak masih sangat rendah. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami bagaimana meningkatkan kemampuan literasi bagi anak anak.
” Dulu kami pernah membuat gerobak literasi didepan salah satu sekolah yang ada di Kota Langsa, dan Alhamdulillah mendapat sambutan yang luar biasa dari anak – anak, semua buku yang kami pajang, habis dibaca,” jelas Ronald.
Lanjutnya, Fokus utama kami yaitu tentang Literasi, angka literasi saat ini sangat rendah. “Diharapkan kampus sebagai pusat penelitian, pengabdi dan pengajaran dan juga bisa memberikan inovasi-inovasi terkait literasi.
Dirinya bersama tim mencoba memperbaiki angka literasi dengan memancing motivasi siswa melalui E-Book Pop-up Sebagai Upaya Meningkatkan Literasi Anak.
Disamping itu, Hadirnya PGSD di Universitas Samudra ini diharapkan dapat memberi dampak pada lingkungan Unsam terutama masyarakat sekitar kampus, seperti anak-anak Sekolah Dasar yang terdekat, seperti SDN 2 Merandeh.
Selain itu, Buku digital ini juga diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif yang membuat siswa termotivasi untuk membaca dan menulis sehingga diharapkan nantinya angka literasi di kota Langsa terutama di area PGSD ini bisa jauh lebih baik.
“Untuk itu kami perlu melatih guru- gurunya agar melahirkan alternatif- alternatif bahan ajar supaya memancing siswa agar lebih menarik dalam proses pembelajaran,” ujarnya.
Lanjutnya, sesuai dengan zaman digitalisasi saat ini kita berusaha mencocokkan sumber bahan ajarnya kepada siswa sesuai dengan perkembangan zamannya ngak bisa lagi kita pakai seperti generasi terdahulu, kita sampaikan secara lisan saja, sekarang mereka butuh media, jembatan yang dari mulut kita, ada media nya sehingga
lebih mudah untuk difahami oleh siswa/i.
Ronald menjelaskan, Kegiatan ini dilaksanakan dua tahap, pertama memperkenalkan e-book pop up itu apa sih dan bagaimana pengaruh nya terhadap literasi dan spesifikasi apa, serta apa-apa saja yang harus kita siapkan dan bagaimana pengaruh nya terhadap dan bagaimana tahap-tahap pembuatannya.
Tahap Kedua langsung prakteknya, dengan menggunakan laptop atau note dengan spesifikasi khusus dan juga diharapkan selesai pelatihan ini masing-masing guru sudah punya buku digital sendiri yang bisa dipakai dikelas mereka masing-masing yang berdampak pada proses pembelajaran mereka dikelas nantinya.
Salah seorang peserta Hanasha Ivana, S.Pd mengucapkan terima kasih atas perhatian dari pihak Unsam khususnya Para Dosen yang tergabung dalam Tim PKM PGSD yang telah memberikan pelatihan tentang pembuatan E-Book Pop-up Sebagai Upaya Meningkatkan Literasi Anak.
” Semoga dengan mengikuti pelatihan tentang pembuatan E-Book Pop-up ini, kami dapat membuat bahan ajar yang mudah di fahami oleh anak-anak,” ujar Hanasha.
Salah seorang pemateri Bunga Mulyahati, S.Pd, M.P dalam pemaparannya menjelaskan tentang, literasi dan spesifikasi, serta alat-alat apa saja yang harus disiapkan dalam pembuatan E-Book Pop-up untuk bahan ajar. ( Syd ).
.
.
.




