Berau, Global-satu.com – Anggota DPRD Berau dari Partai NasDem, Oktavia, menyoroti dampak aktivitas perusahaan terhadap kondisi infrastruktur di Kabupaten Berau, khususnya kerusakan jalan yang kerap dikeluhkan masyarakat.
Menurut Oktavia, meningkatnya investasi di berbagai sektor seperti pertambangan dan perkebunan memang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, di sisi lain, aktivitas operasional perusahaan juga membawa konsekuensi terhadap kualitas fasilitas publik yang digunakan.
“Investasi memang kita dorong, tetapi dampaknya juga harus diperhatikan. Jangan sampai aktivitas perusahaan justru merusak infrastruktur yang digunakan masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai, kendaraan operasional perusahaan dengan muatan berat menjadi salah satu faktor utama percepatan kerusakan jalan, terutama pada ruas-ruas yang menjadi jalur distribusi utama.
Karena itu, Oktavia menegaskan perusahaan harus memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga dan memperbaiki infrastruktur yang mereka gunakan dalam kegiatan operasional.
“Perusahaan tidak bisa hanya memanfaatkan jalan tanpa ikut berkontribusi dalam perawatannya. Harus ada tanggung jawab yang jelas,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat pengawasan terhadap aktivitas perusahaan, termasuk memastikan adanya aturan yang mengikat terkait penggunaan jalan umum.
Menurutnya, diperlukan langkah konkret berupa pendataan ruas jalan yang terdampak aktivitas perusahaan, sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat dan terukur.
“Dengan data yang jelas, pemerintah bisa menentukan langkah penanganan yang sesuai, sekaligus melibatkan perusahaan dalam proses perbaikan,” jelasnya.
Oktavia berharap adanya sinergi antara pemerintah daerah dan perusahaan agar permasalahan infrastruktur ini tidak terus berulang. Ia menekankan bahwa pembangunan daerah harus berjalan seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan fasilitas publik.
“Jangan sampai masyarakat yang menanggung dampaknya. Infrastruktur harus tetap terjaga agar aktivitas ekonomi dan mobilitas warga tidak terganggu,” pungkasnya.
indra/rdk/adv
.
.
.




