banner 728x250.
News  

Nursobah Minta Pemprov Fasilitas Pemasangan 100 Titik WiFi Gratis di Samarinda

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 971 kali

SAMARINDA – Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda Nursobah meminta bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) untuk memfasilitasi 100 titik wireless fidelity (WiFi) di Kota Tepian.

Menurut pria kelahiran Jakarta ini, harus ada perhatian yang lebih intens untuk pemerataan akses telekomunikasi di Samarinda. Terutama, layanan connectivity jaringan Internet atau WiFi gratis.

“Saya sedang menyiapkan bantuan provinsi, cuma minta tanam 100 titik free wifi tanpa password di Kota Samarinda dari 1.000 titik yang direncanakan Kaltim,” ungkapnya.

Permintaan 100 titik wifi gratis untuk Kota Samarinda ini dilakukan seiring permasalahan literasi di perpustakaan yang terhitung masih rendah. “Sebenarnya bukan literasi yang rendah. Namun, instrumennya yang harus dirubah,” jelasnya.

Jika dulu sistemnya itu membaca buku di sekolah ataupun perpustakaan. Sementara sekarang, masyarakat atau anak-anak lebih suka membaca melalui internet maupun media sosial.

“Kalau dulu baca buku di perpustakaan dan sekolah, sekarang dirubah membacanya di tiktok, instagram dan media sosial lainnya. Kan ini juga bagian dari literasi. Maka itu, instrumennya harus dirubah. Baca buku novel di instagram atau Facebook,” terangnya.

Perubahan ini merupakan salah satu bentuk kemajuan yang telah dilakukan masyarakat, tidak hanya di Indonesia namun diseluruh dunia. Karenanya, ia minta adanya 100 titik wifi gratis untuk Kota Samarinda.

“Sekarang, provinsi sudah punya 23 titik untuk wifi gratis ini. Sementara Samarinda sudah punya 25 titik. Nah dari 100 titik ini seperti yang disampaikan, taruh di perguruan tinggi, pasar, mall dan titik lainnya,” paparnya.

“Saya berhitungnya, jika 1 titik itu Rp20 juta dalam sebulan. Berarti 1 tahun itu Rp250 juta. Kalau 100 titik berarti Rp25 miliar. Saya kira nggak masalah dibandingkan adanya Rp4 triliun anggaran kita. Apalagi ini persoalan sumber daya manusia (SDM), kita harus meningkatkan literasi,” sambungnya. (Nng/Lyd)