BERAU, Global-Satu.com – Ketua DPRD Kabupaten Berau, Dedy Okto Nooryanto, menegaskan perlunya ketelitian tinggi dalam pendataan calon penerima beasiswa program Gratispol yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Ia mengingatkan bahwa pendataan yang akurat menjadi kunci agar bantuan pendidikan ini tepat sasaran.
Dedy menilai, data yang valid sangat menentukan keberhasilan program, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mahasiswa yang kesulitan membayar biaya kuliah, baik untuk uang semester maupun kebutuhan pendidikan lain yang mendesak.
“Kami mendorong agar proses pendataan dilakukan dengan benar dan tidak asal-asalan. Jangan sampai mahasiswa yang benar-benar membutuhkan justru terlewat hanya karena pendataan yang tidak valid,” ujarnya, Senin (9/6/2025).
Program Gratispol sendiri merupakan salah satu terobosan Pemprov Kaltim untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu. Bantuan ini diharapkan mampu mengurangi angka putus kuliah akibat kendala finansial, sekaligus memberi peluang bagi mahasiswa untuk fokus menyelesaikan studinya.
Ketua DPRD Berau itu juga meminta agar seluruh pihak terkait, mulai dari perguruan tinggi, pemerintah daerah, hingga masyarakat, terlibat aktif dalam proses verifikasi data. Transparansi dan akuntabilitas, menurutnya, mutlak diperlukan agar tidak terjadi penyaluran bantuan kepada pihak yang tidak memenuhi kriteria.
“Kita ingin beasiswa ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh mereka yang membutuhkan, bukan diberikan kepada pihak-pihak yang tidak sesuai ketentuan,” tegasnya.
Dengan pendataan yang tepat, Dedy berharap program Gratispol dapat menjadi jembatan bagi generasi muda Berau untuk meraih pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya, sekaligus mendukung peningkatan kualitas SDM daerah.
Indra/Rdk/Adv
.
.
.




