banner 728x250.

Ketua DPRD Berau Soroti Kondisi Memprihatinkan Museum Gunung Tabur

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 812 kali

BERAU – Museum Gunung Tabur, salah satu ikon sejarah Kabupaten Berau, kini tengah menjadi sorotan setelah kondisinya dinilai memprihatinkan. Sejumlah bagian bangunan dan fasilitas di dalamnya tampak mengalami kerusakan akibat minimnya perawatan.

Sebagai tempat penyimpanan berbagai peninggalan sejarah Kesultanan Gunung Tabur, museum ini memiliki peran penting dalam pelestarian identitas budaya daerah. Namun, perhatian dari pihak terkait dinilai masih kurang.

Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menyayangkan kondisi tersebut. Ia menilai Museum Gunung Tabur bukan sekadar tempat menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi juga menjadi sarana pendidikan bagi generasi muda.

“Museum Gunung Tabur merupakan bagian penting dari sejarah Berau. Sayangnya, kondisi saat ini menunjukkan kurangnya keseriusan dalam pelestariannya,” ujar Dedy usai melakukan kunjungan ke museum, Kamis (12/6/2025).

Dedy mendesak pemerintah daerah melalui dinas terkait segera melakukan langkah konkret untuk perbaikan dan revitalisasi. Menurutnya, perawatan situs bersejarah harus menjadi prioritas mengingat fungsinya sebagai identitas dan warisan budaya daerah.

“Kami dari DPRD akan mendorong agar anggaran untuk pemeliharaan dan pengembangan museum ini dialokasikan secara optimal di APBD. Jangan sampai warisan sejarah ini terlupakan karena kelalaian kita,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk ikut peduli dan berperan aktif dalam menjaga keberadaan museum maupun situs sejarah lainnya di Berau.

Museum Gunung Tabur sendiri merupakan peninggalan Kesultanan Gunung Tabur yang menyimpan koleksi senjata tradisional, naskah kuno, hingga peralatan kerajaan. Selain menjadi daya tarik wisata, museum ini juga berfungsi sebagai destinasi edukatif bagi pelajar dan wisatawan yang ingin mempelajari sejarah Bumi Batiwakkal.

Indra/Rdk/Adv