banner 728x250.
News  

Kemenkes Serahkan Sertifikat Eliminasi Penyakit Kaki Gajah pada 5 Kota dan Kabupaten

IMG-20230221-WA0047
IMG-20230221-WA0045
banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 614 kali

KOTA BEKASI – Berkenaan dengan World Neglected Tropical Diseases (NTD) Day 2023, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menobatkan 5 Kabupaten/Kota di Indonesia yang meraih Sertifikat Eliminasi Filariasis (Penyakit Kaki Gajah) salah satunya kepada Kota Bekasi. Sertifikat diserahkan langsung oleh Kementerian Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin kepada Plt. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto di Krakatau Grand Ballroom Taman Mini Indonesia pada Selasa, (21/02/23)

Adapun 5 Kabupaten/Kota yang meraih sertifikat Eliminasi Filariasis adalah:
1. Kota Bekasi, Prov Jawa Barat
2. Kabupaten Bekasi, Prov Jawa Barat
3. Kabupaten Subang, Prov Jawa Barat
4. Kabupaten Supiori, Provinsi Papua
5. Kabupaten Mappi, Provinsi Papua Selatan

Selain Sertifikat Eliminasi Filariasis, diserahkan juga Sertifikat Bebas Frambusia bagi 103 Kabupaten/Kota se- Indonesia.

Menkes, Budi Gunadi menegaskan bahwa upaya pengendalian Penyakit Kaki Gajah tidak bisa dilakukan sendiri oleh Kementerian Kesehatan. Dukungan diperlukan dari berbagai pihak, seperti Pemerintah Pusat juga Daerah serta lintas sektor, masyarakat untuk layanan kesehatan. Menteri Gunadi pun memberikan apresiasi kepada Kabupaten/Kota yang meraih sertifikat Eliminasi Filariasis.

“Di tingkat Pemerintah, perlu saran dan pendapat dari seluruh Pimpinan di jajaran, Pemerintah Pusat atau Daerah mulai level Gubernur hingga Lurah. Dukungan yang diharapkan antara lain berupa komitmen, kebijakan yang efektif, sumber daya, serta operasional untuk menggerakkan seluruh komponen masyarakat, saya sampaikan rasa bangga juga terima kasih kepada, Kabupaten/Kota yang sudah menunjukkan komitmen buat kerja kerasnya mewujudkan Eliminasi Filariasis dan pertahankan,” ucap Menteri Gunadi.

Kota Bekasi telah melaksanakan POPM (Pemberian Obat Pencegahan Massal) parsial diseluruh desa pada tahun 2004-2016  di EU (Evaluasi Unit) 1, 2, dan 3 selama 5 tahun tetapi tidak serempak. Pada tahun 2014 atas rekomendasi WHO maka Kota Bekasi supaya dapat menyelesaikan 2 putaran POPM lagi di EU 3 dan melengkapi kelayakan TAS (Transmission Assesment Survey).

Pada tahun 2022 dilaksanakan Survei TAS 3 di EU 1, EU 2, dan EU 3 serta hasil LULUS TAS 3, dengan demikian Kota Bekasi berhasil melaksanakan Eliminasi Filariasis.

“Raihan ini merupakan wujud kolaborasi dan sinergitas yang tangguh, antara Dinas Kesehatan bersama pemangku diwilayah, baik Camat dan Lurah serta seluruh Tenaga Medis di Kota Bekasi, untuk gencar melakukan langkah preventif dan solutif dalam penanganan Penyakit Kaki Gajah,” ungkapan apresiasi kepada tim dari Plt. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.

Tri pun mengucapkan terima kasih atas dukungan besar masyarakat, yang telah bersama-sama berjuang melawan Penyakit Kaki Gajah dan Ia pun berpesan, “tetap terapkan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan tempat tinggal masing-masing, lengkapi dengan asupan makanan yang sehat, guna mewujudkan Indonesia Bebas Penyakit Kaki Gajah,” pungkasnya.

Dinas kesehatan Kota Bekasi menghimbau kepada warga yang memiliki gejala kaki gajah segera berobat ke Puskesmas. (ST Fathir Uung)