Kutai Kartanegara, Global-satu.com – Desa Loa Janan Ulu sedang menggenjot pembangunan infrastruktur jalan dengan meningkatkan kualitasnya melalui penggunaan teknologi modern, yaitu dengan metode beton ready mix.
Langkah ini dilakukan demi memastikan kualitas dan mutu jalan yang lebih unggul dibandingkan dengan metode manual yang sebelumnya digunakan.
Menurut Gazali Rahman, Sekretaris Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Loa Janan Ulu, pembangunan tersebut telah menghasilkan dua ruas jalan dari Dana Desa (DD), saat ini pihaknya fokus pada penyelesaian jalan dengan ADD ketiga serta peningkatan jalan Garuda RT 27, yang dimulai sejak Kamis (6/6/2024) lalu.
“Rencana pembangunan drainase dan parit juga akan segera direalisasikan,” ungkapnya.
Rahman menegaskan kepentingan penggunaan reday mix dalam pembangunan ini karena metode tersebut cenderung lebih cepat kering, memungkinkan masyarakat segera menggunakan jalan tersebut.
Dijelaskannya, pembangunan jalan dengan ready mix diharapkan mampu memberikan ketahanan yang lebih lama, sehingga mengurangi kebutuhan perbaikan berkala dalam periode tertentu.
Selain infrastruktur, BPD juga mengakomodir program pemberdayaan masyarakat. Sesuai dengan Permendagri Nomor 110 Tahun 2016, BPD bertugas menghimpun aspirasi masyarakat untuk dijadikan bahan perencanaan.
“Kami berperan sebagai mitra kerja desa, bekerjasama dengan kepala desa dalam memecahkan masalah dan merumuskan solusi melalui musyawarah desa,” tegasnya.
Terkait anggaran, Rahman menjelaskan bahwa setiap proyek disesuaikan dengan kebutuhan dan spesifikasi yang diperlukan.
“Anggaran proyek bervariasi tergantung pada volume, panjang, lebar, dan tinggi jalan yang dibutuhkan,” ujarnya.
Informasi mengenai setiap kegiatan, termasuk anggarannya, telah dipublikasikan sebelumnya untuk membuka partisipasi masyarakat dalam memberikan masukan.
“Transparansi adalah kunci, masyarakat yang menerima manfaat berhak mengetahui detail proyek yang dilaksanakan,” imbuhnya.
Pembangunan jalan ini merupakan bagian dari tahap 1, dengan beberapa tahap lanjutan yang akan menyusul.
“Anggaran setiap tahun akan disesuaikan dengan prioritas pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan oleh desa,” tandasnya. (Alexa/Rdk)
.
.
.




