banner 728x250.

Gideon Andris Soroti Penerapan Portal Elektronik di PSAD, Dinilai Terlalu Terburu-buru

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 766 kali

Berau, Global-satu.com – Penerapan portal elektronik di Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD) menuai keluhan dari masyarakat. Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, menilai kebijakan tersebut belum melalui kajian serta persiapan yang matang sebelum diberlakukan.

Menurut Gideon, sistem pembayaran non-tunai yang diterapkan sejatinya merupakan langkah positif dalam mendukung modernisasi pelayanan pasar. Namun, penerapan yang dinilai terlalu cepat justru menimbulkan kebingungan di kalangan pedagang maupun pengunjung.

“Penerapannya terlalu singkat. Banyak masyarakat belum paham, tapi sudah langsung diberlakukan, sehingga memicu keluhan,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan sistem tersebut sangat bergantung pada proses transisi yang baik, terutama melalui sosialisasi yang masif dan berkelanjutan. Pemerintah daerah diminta tidak tergesa-gesa, melainkan memastikan seluruh pihak memahami mekanisme penggunaan portal elektronik.

Gideon menyarankan agar panduan penggunaan sistem disebarluaskan melalui berbagai media, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan saat bertransaksi di pasar.

“Panduan harus disampaikan dengan jelas dan mudah dipahami, agar tidak ada lagi masyarakat yang minim informasi,” katanya.

Ia juga menyoroti kondisi di lapangan, di mana mayoritas pengunjung PSAD merupakan ibu rumah tangga. Menurutnya, kelompok tersebut perlu mendapat perhatian khusus dalam proses sosialisasi agar tidak mengalami kendala saat menggunakan sistem baru.

“Banyak ibu-ibu yang berbelanja di pasar. Jangan sampai mereka justru kesulitan atau kebingungan dengan sistem ini,” tambahnya.

Politisi Partai Gerindra itu berharap Pemerintah Kabupaten Berau dapat segera melakukan evaluasi terhadap penerapan portal elektronik tersebut dan melakukan perbaikan secara bertahap.

“Transformasi digital memang penting, tetapi harus diiringi kesiapan masyarakat. Jangan terburu-buru, beri pemahaman terlebih dahulu sebelum diterapkan secara menyeluruh,” pungkasnya.

Indra/Rdk/Adv