Dirinya pun berharap, pelatihan keterampilan membatik bisa terus berkelanjutan, semisal ke depan mungkin ada studi tiru ke daerah pengrajin batik yang sudah terkenal dengan produksi dan karya batiknya. Sehingga bukan hanya membuat dan melihat saja. Nantinya juga lebih lanjut dirinya berharap ada pelatihan menjahit.
“Jadi terdapat kesinambungan dari membatik kemudian menjahit, sehingga ibu-ibu di Kelurahan Teluk Bayur, khususnya anggota PKK, bukan hanya bisa membatik tapi bisa juga menjahit hingga bisa membuat suatu produk batik siap guna,” bebernya.
“Kami mengucapkan terima kasih, semoga pelatihan membatik yang diadakan PT Berau Coal ini bisa menjadi motivasi kami untuk mengembangkan kerajinan tangan kearifan lokal batik Berau,” tandasnya. (*)
.
.
.




