Tanjung Redeb, Global-Satu,Com – Kepala BLU UPBU Bandara Kelas I Kalimarau Ferdinan Nurdin mengumumkan program 100 hari kerjanya yang berfokus pada optimalisasi potensi komoditas di Kabupaten Berau melalui pengiriman kargo.
Untuk itu, meski tidak sesuai harapan awal dengan mendatangkan pesawat khusus kargo, pesawat reguler yang membawa penumpang kini dapat mengangkut kargo. Langkah ini menjadi berita baik bagi pelaku usaha di Berau, memungkinkan pengiriman komoditas domestik dan ekspor.
“Pada 29 Juli lalu, Berau telah mengirim ekspor perdana berupa land crab sebanyak 65 kg dan 10 koli ikan segar ke Singapura dan Kuala Lumpur melalui Bandara Soekarno-Hatta,” Kata Kepala BLU UPBU Bandara Kelas I Kalimarau Ferdinan Nurdin, Senin (5/8/2024).
Demikian, Ferdinan Nurdin menekankan bahwa langkah ini membuktikan komoditas Berau memiliki nilai internasional, membuka peluang bagi komoditas lain untuk mengikuti jejak ini. Ia yakin dengan berkelanjutan, dampak ekonominya akan besar bagi Berau.
Selain itu, Bandara Kalimarau menerapkan konsep Nasional Logistik Ekosistem, sesuai Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2020, yang mengutamakan efisiensi proses bisnis, waktu, dan biaya. Dokumen ekspor diperiksa di Berau oleh karantina dan bea cukai, mengurangi waktu transit di Jakarta.
Ferdinan mengajak masyarakat Berau, pelaku usaha, dan pemerintah daerah untuk bersama-sama mengoptimalkan peluang ini. Dengan armada dan izin yang telah ada, pelaku usaha didorong untuk memanfaatkan transportasi udara yang lebih cepat dan bernilai tinggi dibandingkan moda transportasi lain. Kehadiran transportasi udara ini memberikan pilihan lebih luas tanpa mematikan transportasi laut dan darat.
“Saya pengoptimalan kargo ini akan membawa dampak ekonomi positif yang besar bagi Kabupaten Berau,” tutupnya.
Nada/rdk
.
.
.




