banner 728x250.

DPRD Berau Soroti Tingginya Angka Putus Sekolah di Pendidikan Dasar

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 1.243 kali

Berau, Global-Satu.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau menyoroti tingginya angka putus sekolah di jenjang pendidikan dasar yang dinilai membutuhkan penanganan segera.

Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, menyampaikan keprihatinannya terhadap fenomena tersebut. Menurutnya, anak-anak usia sekolah dasar seharusnya mendapatkan akses pendidikan yang layak tanpa terhambat oleh faktor ekonomi, geografis, atau sosial.

“Masih tingginya angka putus sekolah ini cukup memprihatinkan, apalagi terjadi pada jenjang dasar yang seharusnya menjadi pondasi utama pendidikan anak,” ujar Elita kepada wartawan, Rabu (11/6/2025).

Elita menegaskan, Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pendidikan (Disdik) harus mengambil langkah konkret untuk menurunkan bahkan menghapus angka putus sekolah di Bumi Batiwakkal. Target yang telah dipasang Disdik dinilai harus diiringi kebijakan yang menyentuh akar permasalahan.

Ia juga mendorong adanya program intervensi langsung seperti pemberian beasiswa, penyediaan dukungan transportasi bagi daerah terpencil, serta edukasi bagi orang tua mengenai pentingnya pendidikan dasar.

“Jangan hanya memasang target, tapi tidak dibarengi upaya nyata di lapangan. Pemkab harus turun langsung dan melihat kondisi masyarakat, terutama di wilayah pedalaman dan pesisir,” tegasnya.

DPRD Berau, lanjut Elita, siap memberikan dukungan dari sisi regulasi maupun anggaran, selama kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan mampu meningkatkan partisipasi sekolah di daerah.

Diketahui, Pemkab Berau melalui Disdik telah menetapkan target jangka menengah untuk menekan angka putus sekolah secara bertahap. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi geografis, ekonomi keluarga, hingga kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan.

Elita berharap sinergi antara eksekutif, legislatif, dan masyarakat dapat menjadi kunci menyelesaikan persoalan klasik ini, sehingga tidak ada lagi anak di Berau yang terpaksa berhenti mengenyam pendidikan.

Indra/Rdk/Adv