BERAU, Global-satu.com — Pertumbuhan jumlah penduduk di Kabupaten Berau yang terus meningkat menjadi perhatian serius anggota legislatif. Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong, menegaskan pentingnya langkah konkret pemerintah daerah untuk memperkuat program penyediaan rumah layak huni sebagai jawaban atas meningkatnya kebutuhan hunian masyarakat.
Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Berau, jumlah penduduk per Desember 2024 tercatat mencapai 299.005 jiwa. Setiap enam bulan, populasi di Bumi Batiwakkal bertambah rata-rata 5.000 jiwa. Kondisi ini, menurut Rudi, harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk memastikan ketersediaan hunian yang layak, aman, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Surat-surat kepemilikan harus lengkap sejak awal, dan pengembang wajib menjamin kualitas bangunan serta kenyamanan penghuni,” tegas Rudi.
Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang solid antara pengembang, pemerintah, dan konsumen agar tidak memunculkan persoalan hukum atau teknis di kemudian hari.
“Berbagai catatan ini harus menjadi perhatian bersama. Dengan jumlah penduduk yang terus meningkat, kebutuhan rumah layak huni tentu menjadi prioritas,” sambungnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) telah menyiapkan program Rumah Layak Huni (RLH) yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2025. Program ini dibiayai melalui APBD Murni 2025 sebesar Rp1,472 miliar, dan diperuntukkan membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh tempat tinggal yang layak.
Langkah tersebut diharapkan menjadi solusi atas tantangan pertumbuhan penduduk yang terus naik, sekaligus memperkuat komitmen Pemkab Berau dalam meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup masyarakatnya.
Indra/Adv
.
.
.




