Berau, Global-satu.com – Ketimpangan pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Berau kembali menjadi sorotan DPRD. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran tahun 2026, pemerintah daerah diingatkan agar tidak mengesampingkan kebutuhan dasar pendidikan, khususnya di wilayah pedalaman.
Anggota DPRD Berau, Feri Kombong, menegaskan bahwa pemerataan fasilitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah besar yang belum terselesaikan. Ia menyebutkan, keluhan masyarakat dari daerah terpencil seperti Kecamatan Kelay terus bermunculan, terutama terkait minimnya pembangunan gedung sekolah, Ruang Kelas Belajar (RKB), hingga rumah dinas guru.
Menurutnya, ketimpangan tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh keterbatasan anggaran. Ia justru menilai lemahnya perencanaan pembangunan menjadi faktor utama yang memperlebar kesenjangan antarwilayah.
“Walaupun anggaran tersedia, kalau perencanaannya tidak matang, hasilnya tetap tidak maksimal,” ujarnya.
Feri menjelaskan, perencanaan yang tidak berbasis kebutuhan riil di lapangan berpotensi membuat program pembangunan meleset dari sasaran. Akibatnya, sekolah-sekolah di wilayah pedalaman masih bergulat dengan keterbatasan sarana dan prasarana, sementara pembangunan cenderung terpusat di kawasan perkotaan.
Padahal, lanjutnya, pendidikan merupakan hak dasar seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Aspirasi terkait pemerataan pembangunan juga kerap disampaikan warga dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), namun dinilai belum sepenuhnya diakomodasi.
“Dalam Musrenbang, masyarakat selalu mengingatkan agar pembangunan tidak hanya difokuskan di kota,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa pemerataan fasilitas pendidikan harus tetap menjadi prioritas, meskipun pemerintah menerapkan efisiensi anggaran. Pemkab Berau didorong untuk menyusun perencanaan yang lebih komprehensif, berbasis data, serta mempertimbangkan kondisi geografis daerah yang luas dengan banyak wilayah terpencil.
Menurut Feri, ketersediaan gedung sekolah yang layak, RKB yang memadai, serta rumah dinas guru sangat berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran. Khusus untuk rumah dinas, fasilitas tersebut dinilai krusial dalam menunjang kenyamanan dan keberlangsungan tugas tenaga pendidik di daerah dengan akses terbatas.
DPRD Berau berharap kesenjangan fasilitas antara sekolah di perkotaan dan pedalaman dapat segera diatasi. Dengan pemerataan pembangunan, seluruh anak di Berau diharapkan memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas.
“Tidak bisa kita berbicara tentang kesejahteraan masyarakat jika persoalan pendidikan belum dibenahi secara serius,” pungkasnya.
Indra/Rdk/Adv
.
.
.




