banner 728x250.

DPRD Berau Dorong Pendekatan Adaptif, Penanganan Stunting Dinilai Belum Sentuh Akar Masalah

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 726 kali

Berau, Global-satu.com – Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Berau dinilai belum sepenuhnya menyentuh akar persoalan. DPRD Berau meminta pemerintah daerah melakukan perubahan pendekatan agar lebih adaptif serta berbasis kondisi riil masyarakat.

Anggota Komisi I DPRD Berau, Sri Yulianawati Ningsih, menilai program penanganan stunting yang berjalan saat ini masih perlu diperkuat melalui inovasi nyata dan kolaborasi lintas sektor. Ia menegaskan, persoalan stunting tidak bisa diselesaikan hanya dengan intervensi kesehatan semata.

“Stunting bukan sekadar persoalan gizi. Ini juga berkaitan dengan pola asuh, sanitasi lingkungan, hingga edukasi keluarga tentang pentingnya gizi seimbang sejak dini,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan terbesar justru terletak pada perubahan perilaku masyarakat. Karena itu, pendekatan yang bersifat umum dan seragam dinilai tidak lagi relevan untuk diterapkan di semua wilayah.

Ia menjelaskan, setiap kecamatan hingga kampung memiliki karakteristik persoalan yang berbeda, sehingga membutuhkan strategi penanganan yang spesifik dan berbasis data wilayah.

Sri mendorong pemerintah daerah untuk mengembangkan program berbasis komunitas, seperti edukasi gizi keluarga yang melibatkan tokoh masyarakat dan kader lokal. Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif karena pesan pencegahan stunting akan lebih mudah diterima oleh masyarakat.

Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi juga perlu dioptimalkan guna memantau tumbuh kembang anak secara lebih terukur dan berkelanjutan. Dengan sistem pemantauan yang baik, intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Dari sisi kebijakan, ia juga meminta penguatan dukungan anggaran, khususnya bagi kader posyandu, tenaga penyuluh kesehatan, serta program pemberdayaan keluarga. Menurutnya, peran mereka sangat vital sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan stunting di tingkat akar rumput.

“Kami tidak ingin penanganan stunting hanya bersifat seremonial. Harus ada evaluasi menyeluruh dan inovasi konkret, karena ini menyangkut masa depan generasi Berau,” tegasnya.

DPRD Berau berharap, dengan pendekatan yang lebih adaptif dan terintegrasi, upaya penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Indra/Rdk/Adv