banner 728x250.
News  

Dadang Ginanjar Terima Kunker Efriyon Coneng Bahas MPPRD Berbasis Elektronik

IMG-20230208-WA0026
IMG-20230208-WA0025
IMG-20230208-WA0024
banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 1.111 kali

KOTA BEKASI – Komisi 3 Anggota DPRD Kota Solok mengunjungi Pemerintah Kota Bekasi dalam rangka kunjungan kerja (Kunker) terkait konsultasi tentang Manajemen Pengelolaan Pendapatan Retribusi Daerah (MPPRD) berbasis sistem elektronik di Aula Dishub.

Pemimpin rombongan selaku Wakil Ketua DPRD Kota Solok, Efriyon Coneng menjelaskan pada sambutannya maksud dan tujuan, Rabu (8/2/23).

“Kami memilih Kota Bekasi karena salah satu daerah yang memiliki sistem pengelolaan terbaik dalam bidang parkirnya, dan komisi 3 Kota Solok bermitra kerja langsung dengan Dinas Perhubungan dan Badan Keuangan Daerah, ” ujarnya.

Dia  menjelaskan bahwa sistem pemerintah sudah berbasis elektronik seperti retribusi dan sebagainya, berkaitan dengan hal tersebut lantas menanyakan kiat-kiat apa saja yang ada di Kota Bekasi dalam rangka peningkatan retribusi pendapatan untuk bisa diterapkan nanti.

Selanjutnya, bergantian memberikan sambutan oleh Kadishub Kota Bekasi, Dadang Ginanjar didampingi Sekdis Mariana beserta para Kepala Bidang dan jajarannya.

“Parkir memang menjadi salah satu potensi yang luar biasa untuk Kota Bekasi sudah dibagi menjadi 2 yaitu parkir off street dan on street, saat ini pengelolaan parkirnya sudah mulai dikelola oleh Bapenda,” ungkapnya.

Dijelaskan oleh Dadang, bahwa Dishub Kota Bekasi memiliki target pendapatan sebesar 6 milyar tahun 2023 dan unsur pemasukan paling besar ada di pelayanan Uji Kir.

” E-KIR di kota bekasi sudah terkoneksi dengan pusat yaitu menggunakan Buku Lulus Uji Emisi disingkat BLUE. Dan untuk menggali potensi pendapatan asli daerah
harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan,” jelasnya.

E-KIR merupakan salah satu inovasi yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan, dalam rangka membantu para pemilik kendaraan umum, atau angkutan barang dalam proses pemeriksaan, serta proses administrasi seputar pengujian kendaraan bermotor di Kota Bekasi.

Setelah berbincang, Dadang pun memperkenalkan pada rombongan, Area Trafic Control System (ATCS) yang dimana memperlihatkan setiap titik persimpangan, maupun di perbatasan yang ada di Kota Bekasi.

“Apabila terjadi kemacetan, maka petugas bisa melihat titik mana yang menjadi permasalahan, dan petugas tinggal diarahkan untuk mengurai kemacetan, terutama waktu jam-jam sibuk, ” tutupnya.

Acara dilanjutkan dengan Dialog interaktif, foto bersama dan penyerahan cinderamata antara Pemerintah Kota Bekasi dengan DPRD Kota Solok. (Dro /Fathir Uung)