banner 728x250.

Bupati Berau Sri Juniarsih Dukung Pelestarian Tradisi Manguati Banua dalam Hari Jadi Kabupaten Berau

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 723 kali

TANJUNG REDEB, Global-Satu.Com – Tradisi Manguati Banua atau mengobati kampung kembali digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau ke 71 dan Kota Tanjung Redeb ke 214 acara tersebut berlangsung didepan Keraton Sambaliung, Sabtu (14/09/2024).

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, dalam sambutannya mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan acara tersebut, termasuk Sultan Sambaliung dan kerabat Kesultanan Sambaliung, serta para tokoh adat dan masyarakat.

Sri sangat mengapresiasi kerja sama dan komitmen yang ditunjukkan oleh seluruh pihak untuk menjaga dan melestarikan tradisi tersebut. Menurutnya, tradisi Manguati Banua bukan hanya sekadar ritual, melainkan wujud nyata kecintaan masyarakat terhadap adat dan budaya Suku Banua, yang merupakan salah satu suku asli di Kabupaten Berau.

“Melalui kegiatan ini, kita semua diingatkan akan pentingnya menjaga warisan leluhur. Semoga tradisi ini bisa terus dilestarikan dan menjadi kebanggaan bagi kita semua,” tambahnya.

Bupati Sri juga berharap kegiatan budaya seperti Manguati Banua dapat terus mendorong semangat masyarakat dalam melestarikan adat istiadat, sekaligus memperkenalkan kebudayaan Berau kepada khalayak luas. Sri mengatakan bahwa ajang-ajang kebudayaan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi upaya pelestarian, tetapi juga sebagai daya tarik wisata yang bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Untuk itu, Bupati juga menyoroti potensi besar Sambaliung sebagai ikon wisata sejarah Kabupaten Berau. Ia menegaskan pentingnya menjaga dan merawat potensi ini agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

“Sambaliung memiliki sejarah yang sangat kaya dan penting bagi Kabupaten Berau. Sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga dan melestarikannya agar tetap bisa dinikmati oleh generasi mendatang,” ujar Sri.

Dalam mendukung pelestarian budaya, Pemkab Berau telah meluncurkan beberapa program unggulan, di antaranya pembangunan kawasan terpadu pusat seni dan budaya, pembangunan balai adat, serta revitalisasi bangunan-bangunan bersejarah seperti keraton dan makam. Khusus di Sambaliung, revitalisasi Cagar Budaya Keraton Sambaliung telah dilakukan untuk memastikan kenyamanan pengunjung dan perawatan benda-benda bersejarah.

“Bahwa budaya adalah aset berharga yang harus terus dijaga dan dikembangkan. Budaya adalah identitas kita, dan kita harus menjaganya agar tetap hidup dan menjadi kekuatan bagi kemajuan daerah,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Berau mengajak seluruh pihak, termasuk Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, pelaku wisata, serta masyarakat, untuk bersama-sama menjaga dan mempromosikan kekayaan budaya Kabupaten Berau.

“Dengan kerja sama yang baik, saya yakin Kabupaten Berau dapat menjadi salah satu destinasi wisata budaya terdepan, terutama sebagai mitra dari Ibu Kota Nusantara yang sangat potensial di sektor pariwisata dan kebudayaan,” pungkasnya.

Nada/Rdk/Adv