banner 728x250.

Bangun Sekolah Rakyat di Gunung Tabur, Pemkab Berau Fokus Angkat Anak dari Kemiskinan Ekstrem

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 1.108 kali

BERAU, Global-satu.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang merata dan inklusif. Salah satu program besar yang mulai dikerjakan adalah pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Gunung Tabur, lembaga pendidikan berasrama yang dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga dengan kondisi kemiskinan ekstrem.

Program ini tidak hanya menyediakan pendidikan gratis, tetapi juga memastikan setiap peserta didik mendapatkan dukungan penuh, mulai dari kebutuhan gizi, fasilitas kesehatan, hingga pembinaan karakter. Sistem berasrama diharapkan menjadi jawaban atas persoalan akses pendidikan bagi anak-anak yang tinggal jauh dari pusat layanan pendidikan atau tidak memiliki kemampuan biaya.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat merupakan salah satu langkah strategis untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Berau.

Pendidikan adalah kunci untuk memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan IPM. Karena itu, pembangunan Sekolah Rakyat menjadi fokus penting dalam pembangunan daerah, ” ungkapnya.

Pemkab telah menyiapkan lahan seluas 5 hingga 10 hektare di kawasan Gunung Tabur sebagai lokasi pembangunan. Area tersebut dirancang menjadi kompleks pendidikan terpadu dengan fasilitas ruang belajar, asrama, sarana olahraga, ruang makan, serta area pendidikan berbasis pertanian untuk melatih keterampilan siswa.

Menurut Sri Juniarsih, proyek ini bukan sekadar pembangunan sarana pendidikan baru, tetapi menawarkan model pendidikan yang menyentuh akar permasalahan kemiskinan ekstrem.

“Kami ingin memberikan solusi menyeluruh, terutama bagi anak-anak yang selama ini menghadapi hambatan ekonomi dan geografis. Sekolah Rakyat ini diharapkan memberi kesempatan setara bagi mereka untuk meraih masa depan yang lebih baik,” jelasnya.

Pemkab Berau juga tengah membuka ruang kolaborasi dengan lembaga sosial, dunia usaha, dan organisasi pendidikan untuk memperkaya kurikulum berbasis kemandirian dan penguatan karakter. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga kompetensi praktis yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Langkah pembangunan Sekolah Rakyat dinilai sejalan dengan agenda besar pemerintah daerah dalam menghadirkan pendidikan berkualitas dan berkeadilan. Bahkan, proyek ini diproyeksikan menjadi model yang dapat dikembangkan di berbagai kecamatan lain di Kabupaten Berau.

“Pembangunan manusia tidak hanya soal pertumbuhan ekonomi, tapi juga memastikan semua anak memiliki akses yang sama terhadap pengetahuan dan peluang,” tutur Bupati.

Indra/Adv