Selain itu, Budi mengupas bahwa inflasi juga disumbang oleh dampak 2nd round impact dari pemberlakuan kebijakan pemerintah menaikkan harga Pertamax dan penyesuaian tarif PPN pada April 2022.
“Secara spasial, Kota Pangkalpinang mengalami inflasi sebesar 1,82% (mtm), naik dari bulan sebelumnya yang mengalami inflasi 1,10% (mtm). Inflasi bulan ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan indeks harga komoditas angkutan udara, nasi dengan lauk, minyak goreng, dan rokok kretek filter,” ulasnya.
Sementara itu, lanjut Budi, Inflasi Kota Tanjungpandan didorong oleh peningkatan indeks harga komoditas ikan-ikanan (ikan kerisi, ikan ekor kuning, cumi-cumi), minyak goreng, dan angkutan udara.
Kota Tanjungpandan mengalami inflasi sebesar 2,58%, naik dari bulan sebelumnya yang mengalami inflasi 1,29% (mtm).
“Secara tahunan, Kota Pangkalpinang mengalami inflasi sebesar 6,29% (yoy) lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 4,70% (yoy). Sementara itu, Kota Tanjungpandan mengalami inflasi 5,22% (yoy) lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 2,56% (yoy),” tuturnya.
Lebih lanjut kata Budi, Bangka Belitung pada bulan Mei 2022, masih berpotensi akan mengalami inflasi seiring dengan perayaan hari raya Idul Fitri 1443 H pada awal bulan, di mana konsumsi masyarakat cenderung meningkat.
.
.
.




