banner 728x250.

Amankan 50 Kendaraan, Satlantas Polres Berau Tegaskan Komitmen Berau Zero Knalpot Prong dan Balap Liar

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 965 kali

BERAU, Global-satu.com – Satlantas Polres Berau menunjukkan keseriusannya dalam memberantas aksi balap liar dan penggunaan knalpot prong (bising) di wilayah hukum Kabupaten Berau. Hal ini ditegaskan dalam rilis resmi terkait hasil Operasi Keselamatan yang dilaksanakan sejak 15 Januari hingga awal Februari 2026.

Dalam kurun waktu tersebut, tercatat sebanyak 50 kendaraan telah diamankan oleh petugas sebagai barang bukti. Mayoritas pelanggaran didominasi oleh penggunaan knalpot yang tidak sesuai standar, yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat.

Kasatlantas Polres Berau, AKP Rhondy Hermawan, mengungkapkan bahwa hampir seluruh kendaraan yang disita berasal dari satu jenis pelanggaran spesifik.

“Pelanggaran yang paling banyak untuk saat ini adalah knalpot brong. Karena diantara 50 kasus ini, 49 diantaranya kurang lebih itu kasus pelanggaran knalpot brong,” tegasnya.

Untuk memberikan efek jera yang nyata, pihak kepolisian tidak main-main dalam memberikan sanksi bagi para pelanggar. Kendaraan yang terjaring tidak dapat langsung diambil oleh pemiliknya, melainkan harus melewati masa penahanan yang cukup lama yakni cukup lama.

Terkait sanksi tersebut, AKP Rhondy menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyepakati durasi pengamanan barang bukti.

“Kita berkomitmen untuk dijadikan efek jerah dan efek supaya tidak mengulangi lagi barang bukti ini kita amankan selama 3 bulan,” ujar AKP Rhondy Hermawan.

Langkah tegas ini diambil sebagai respon atas keresahan masyarakat yang sering melaporkan gangguan keamanan di jam-jam rawan. Satlantas mengidentifikasi bahwa aksi balap liar biasanya mulai berkumpul pada pukul 22.00 hingga 01.00 dini hari di titik-titik seperti kawasan Masjid Agung dan Tepian.

Melalui rilis ini, Satlantas Polres Berau berharap angka pelanggaran terus menurun drastis menjelang Idul Fitri. Dukungan dari tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat visi Berau yang tenang dan bebas dari bahaya balap liar.

 

Indra/Rdk