Fasilitas Nursery
Doni Monardo tampak puas dengan kinerja tim satgas pengiriman bibit pohon ke IKN. “Jika ada yang mati beberapa batang, saya kira wajar. Tapi saya lihat lebih 90 persen bibit dalam kondisi sehat dan baik-baik saja. Terima kasih,” ujar Doni.
Atas fasilitas nursery, Doni sudah melihat dari dekat. Ia berkeliling area sepanjang 400 meter dan lebar 57 meter. Ada 12 bangunan nursery dan 1 barak pekerja yang dilengkapi toilet dan kamar mandi. Di dekatnya, sumber air Sungai Rawa Buaya yang bisa mengalirkan maksimal 5.000 liter per hari.
Setelah berkeliling, Doni lalu meminta kepada PUPR, MIND ID, dan Indika Energy untuk menambah fasilitas. Di antaranya, kendaraan roda tiga untuk mengangkut bibit dan tandon air. Kemudian, 12 bangunan nursery, diminta agar diberi penutup di semua sisi.
Permintaan lain, agar segera dibuat peternakan kambing skala kecil. “Kita perlu kotoran kambing untuk membantu pemupukan,” dalihnya. Meski begitu, Doni berpesan, agar tidak sekali-kali melepas kambing keluar kandang. “Bahaya kalau sampai dilepas. Bisa manghabisi daun-daun bibit pohon,” kata Doni sambil tertawa.
Yang tak kalah penting, Doni juga minta agar kolam air ditebar benih ikan. Entah nila, mujaer, atau patin. Selain bisa untuk sarana rekreasi memancing bagi para pekerja nursery, juga ikannya bisa dikonsumsi.
Terakhir, Doni minta agar barak pekerja diberi AC. “Mereka harus bisa beristirahat dengan lebih nyaman,” kata Doni.
.


.
.




