banner 728x250.

Husin Djufrie Dorong Literasi Politik, Perkuat Demokrasi di Pesisir

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 593 kali

BERAU, Global-satu.com โ€“ Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, H. Husin Djufrie, terus mendorong peningkatan kualitas demokrasi di tingkat masyarakat melalui penguatan literasi politik. Komitmen tersebut diwujudkan dalam kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ke-3 yang digelar di Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, Sabtu (11/4/2026).

Mengusung tema โ€œLiterasi Politik untuk Kemajuan Demokrasi Daerahโ€, kegiatan ini dihadiri masyarakat setempat yang tampak antusias mengikuti jalannya diskusi. Forum tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus dialog antara masyarakat dan pemangku kepentingan terkait pentingnya pemahaman politik yang komprehensif.

Dalam sambutannya, Husin Djufrie menegaskan bahwa literasi politik merupakan fondasi utama dalam membangun demokrasi yang sehat dan berkualitas di daerah. Menurutnya, pemahaman politik yang baik akan membantu masyarakat terhindar dari informasi yang menyesatkan, terutama di era digital yang serba cepat.

โ€œSebagai anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, saya melihat pentingnya masyarakat memiliki pemahaman politik yang baik, agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar,โ€ ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa masyarakat yang memiliki literasi politik yang kuat tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga mampu mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan.

โ€œKalau masyarakat sudah paham, mereka tidak hanya ikut memilih, tetapi juga bisa mengawasi dan mengawal kebijakan pemerintah,โ€ tambahnya.

Sementara itu, narasumber Ira Kencana menjelaskan bahwa literasi politik memiliki cakupan yang luas, tidak terbatas pada pemilu semata. Ia menilai kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi.

โ€œLiterasi politik adalah bagaimana masyarakat memahami peran dan tanggung jawabnya, termasuk dalam mengawasi kebijakan publik,โ€ jelasnya.

Hal senada disampaikan narasumber lainnya, Muhammad Riza Pratama, yang menekankan pentingnya sikap kritis masyarakat di tengah derasnya arus informasi.

โ€œDi era digital, masyarakat harus mampu memilah informasi. Jangan sampai mudah terpengaruh oleh hoaks atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,โ€ tegasnya.

Kegiatan yang dipandu oleh moderator H. Sappe berlangsung interaktif. Peserta aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai pandangan terkait kondisi demokrasi di daerah, mulai dari partisipasi masyarakat hingga pengawasan kebijakan publik.

Melalui kegiatan ini, Husin Djufrie berharap kesadaran politik masyarakat terus meningkat. Ia optimistis, dengan literasi politik yang baik, masyarakat dapat berperan aktif dalam mendorong terwujudnya demokrasi daerah yang lebih partisipatif, transparan, dan berkualitas.