banner 728x250.

DPRD Berau Minta Pengawasan Jalur Laut Diperketat Cegah Peredaran Barang Ilegal

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 661 kali

Berau, Global-satu.com– Ketua DPRD Berau, Dedy Okto, menyoroti potensi kerawanan jalur laut sebagai pintu masuk peredaran barang terlarang ke wilayah Bumi Batiwakkal. Ia menekankan perlunya pengawasan yang ketat dan sistematis di setiap titik transportasi laut, khususnya rute Tanjung Redeb–Tarakan.

Dedy Okto menegaskan bahwa meningkatnya aktivitas speedboat harus diimbangi dengan pemeriksaan menyeluruh, tidak hanya saat keberangkatan tetapi juga saat penumpang tiba. Ia meminta aparat kepolisian dan instansi terkait untuk hadir langsung di tiap titik singgah agar pengawasan lebih efektif.

“Setiap titik pemberhentian harus diawasi secara serius. Pemeriksaan tidak hanya pada saat berangkat, tetapi juga saat tiba. Ini penting agar jalur laut tidak dimanfaatkan untuk kegiatan ilegal,” ujarnya.

Politisi Nasdem tersebut menilai jalur laut berisiko menjadi akses masuk barang ilegal dari luar negeri, terutama melalui Tawau dan Tarakan sebelum masuk ke Berau. Untuk itu, Dedy Okto mendorong sinergi antar aparat penegak hukum dan OPD agar pengawasan dapat dilakukan secara terpadu.

Selain itu, ia juga mengusulkan peningkatan fasilitas keamanan di pelabuhan, termasuk penggunaan alat pemindai dan penguatan pos penjagaan, sebagai langkah konkret menekan peredaran barang terlarang.

“Jangan sampai jalur laut menjadi celah masuknya barang berbahaya. Pencegahan harus dilakukan sejak awal dengan melibatkan semua pihak terkait,” tegasnya.

Indra/Rdk/Adv