banner 728x250.

OBU Wilayah VII Raih Predikat WBBM 2025, Bukti Konsistensi Reformasi Birokrasi

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 1.012 kali

Nasional, Global-satu.com – Otoritas Bandar Udara (OBU) Wilayah VII resmi meraih predikat Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2025 dalam ajang SAKIP dan ZI Award 2025 yang digelar Rabu, 11 Februari 2026.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Transformasi Akuntabilitas dan Integritas Menuju Indonesia Emas 2045” dan dilaksanakan secara hybrid.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, para pimpinan kementerian/lembaga, serta seluruh instansi penerima penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Dalam laporannya, Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kementerian PANRB, Erwan Agus Purwanto, menyampaikan bahwa implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan pembangunan Zona Integritas terus menunjukkan tren positif sepanjang 2025.

“Penguatan akuntabilitas dan integritas merupakan fondasi utama reformasi birokrasi. Ini bukan sekadar pemenuhan dokumen, tetapi memastikan kinerja pemerintah benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujar Erwan.

Sementara itu, Menteri PANRB Rini Widyantini dalam sambutannya menegaskan bahwa predikat WBK dan WBBM bukanlah tujuan akhir, melainkan wujud transformasi budaya kerja di lingkungan birokrasi.

“Predikat WBBM harus mencerminkan perubahan pola pikir dan budaya kerja yang menjunjung tinggi integritas serta pelayanan prima. Tantangan sesungguhnya adalah mempertahankan konsistensi tersebut,” tegas Rini.

OBU Wilayah VII sebelumnya telah meraih predikat ZI WBK pada tahun 2020. Dalam proses menuju WBBM, unit kerja di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara tersebut tercatat empat kali masuk nominasi sebelum akhirnya berhasil meraih predikat WBBM pada tahun kelima perjuangannya.

Kepala OBU Wilayah VII menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh pegawai dan dukungan para pemangku kepentingan.

“Penghargaan ini adalah buah dari konsistensi dan komitmen bersama. Namun, kami menyadari bahwa mempertahankan predikat WBBM jauh lebih menantang daripada meraihnya. Karena itu, penguatan integritas dan peningkatan kualitas pelayanan akan terus menjadi prioritas,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai langkah strategis telah dilakukan, mulai dari percepatan digitalisasi layanan, penguatan sistem pengawasan internal, hingga optimalisasi manajemen kinerja guna mencegah potensi kecurangan (fraud).

Keberhasilan tersebut juga didukung kolaborasi lintas sektor, melibatkan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, pemerintah daerah, instansi Customs, Immigration, and Quarantine (CIQ), Basarnas, pengelola bandar udara, maskapai penerbangan, penyedia jasa logistik dan ground handling, hingga masyarakat sebagai pengguna layanan.

Secara nasional, OBU Wilayah VII menjadi salah satu unit kerja di lingkungan Ditjen Perhubungan Udara yang berhasil meraih predikat WBBM bersama Direktorat Navigasi Penerbangan. Sementara itu, sejumlah Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) seperti Bandara APT Pranoto Samarinda dan Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie Palu turut memperoleh predikat ZI WBK.

Ke depan, OBU Wilayah VII menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat reformasi birokrasi serta berbagi praktik terbaik kepada bandar udara lain di wilayah kerjanya.

Dengan diraihnya predikat WBBM Tahun 2025, OBU Wilayah VII diharapkan mampu menjadi motor penggerak pelayanan publik sektor transportasi udara yang bersih, profesional, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

 

Indra/Rdk