banner 728x250.

Resmi Jadi Reguler, Wings Air Layani Penerbangan Berau–Maratua Tiga Kali Sepekan

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 863 kali

BERAU, Global-satu.com  – Rute penerbangan Berau–Maratua akan beralih dari status penerbangan perintis menjadi penerbangan reguler atau komersial. Peralihan ini dinilai sebagai tonggak penting dalam pengembangan konektivitas udara sekaligus bukti meningkatnya potensi pariwisata dan ekonomi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Kepala Otoritas Bandara Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, menjelaskan bahwa sebelumnya rute tersebut dilayani melalui skema penerbangan perintis yang sebagian besar disubsidi pemerintah pusat sebagai bentuk kehadiran negara dalam membuka akses transportasi udara ke daerah.

“Penerbangan perintis itu sifatnya memancing pasar. Ketika market sudah terbentuk dan daya beli masyarakat meningkat, maka sesuai aturan, rute tersebut harus beralih ke penerbangan komersial,” ujar Ferdinan, Rabu (15/1/2026).

Foto : Ferdinand Nurdin, Kepala Otoritas Bandara Wilayah VII Balikpapan.

Ia mengungkapkan, perubahan status ini menunjukkan maskapai telah melakukan kajian mendalam dan melihat adanya potensi bisnis yang layak, terutama dari sektor pariwisata Maratua dan sekitarnya.

Maskapai Wings Air akan melayani rute Berau–Maratua dengan pesawat ATR 72-600 berkapasitas hingga 72 penumpang, jauh lebih besar dibandingkan pesawat perintis tipe Caravan yang hanya mampu mengangkut 12 penumpang.

“Ini bukti bahwa potensi Berau, khususnya Maratua, sudah diperhitungkan secara serius oleh maskapai. Tidak mungkin penerbangan reguler dibuka tanpa analisis bisnis yang matang,” tegasnya.

Menurut Ferdinan, selain penumpang, penerbangan reguler juga membuka peluang besar bagi angkutan kargo bernilai tinggi. Ia mencontohkan komoditas perikanan seperti lobster dari Maratua yang selama ini diekspor ke luar negeri, termasuk Hong Kong.

“Ke depan, kita tidak hanya bicara penumpang, tapi juga komoditas ekspor. Ini peluang besar untuk meningkatkan nilai ekonomi daerah,” katanya.

Penerbangan reguler Berau–Maratua direncanakan beroperasi tiga kali dalam sepekan. Namun demikian, Ferdinan menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak agar rute ini berkelanjutan.

“Jangan sampai hanya berjalan satu atau dua bulan lalu berhenti. Kalau itu terjadi, mau tidak mau bisa kembali lagi ke penerbangan perintis,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberlanjutan penerbangan sangat bergantung pada sinergi pemerintah daerah, pelaku usaha, pengelola bandara, media, serta masyarakat. Salah satu strategi yang dinilai efektif adalah pengembangan paket wisata bundling yang melibatkan maskapai, hotel, agen perjalanan (ASITA), dan perhotelan (PHRI).

“Dengan paket bundling, wisatawan cukup membeli satu paket yang sudah termasuk tiket, akomodasi, dan aktivitas wisata. Ini lebih aman, nyaman, dan menarik, terutama bagi wisatawan asing,” jelas Ferdinan.

Selain itu, ia juga mendorong penyelenggaraan berbagai event berskala daerah, nasional, hingga internasional di Maratua dan Berau, seperti festival budaya, olahraga, dan pariwisata, guna meningkatkan arus kunjungan wisatawan.

“Inilah momentum. Apalagi Kalimantan Timur adalah wilayah penyangga Ibu Kota Negara. Mobilisasi ASN dan masyarakat akan tinggi. Tinggal kita mau ambil peluang ini atau melewatkannya,” tutup Ferdinan.

Indra/Rdk