banner 728x250.

DPRD Berau Soroti Kesiapan Layanan RSUD Tanjung Redeb Jelang Operasional

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 955 kali

BERAU, Global-satu.com – Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto yang disapa akrab Dedet, menegaskan pentingnya kesiapan menyeluruh sebelum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Redeb resmi beroperasi.

Jika rumah sakit baru tersebut benar-benar mulai melayani masyarakat pada Mei mendatang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau diminta memastikan kehadirannya benar-benar memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Menurut Dedet, keberadaan RSUD Tanjung Redeb diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan pelayanan kesehatan yang selama ini masih kerap ditemui di RSUD Berau, khususnya bagi warga Tanjung Redeb. Dengan fasilitas yang lebih baru, pelayanan kesehatan dinilai harus jauh lebih optimal.

“Saya ingin rumah sakit yang baru ini bisa lebih baik, begitu juga rumah sakit yang lama. Dokter dan tenaga spesialisnya harus memadai, yang terpenting jangan sampai membebani masyarakat,” tegasnya.

Ia menilai, mengingat pembangunan fisik RSUD Tanjung Redeb telah rampung, tidak ada lagi alasan untuk menunda operasional terlalu lama. Fasilitas kesehatan, menurutnya, merupakan kebutuhan mendasar yang sangat krusial bagi masyarakat.

“Awalnya Januari seharusnya sudah bisa beroperasi. Tapi karena masih ada perlengkapan medis yang perlu dilengkapi, akhirnya dijadwalkan Mei,” ungkap Dedy.

Meski demikian, Dedet menekankan bahwa percepatan operasional harus dibarengi dengan kesiapan sarana dan prasarana yang benar-benar matang. Ia tidak ingin rumah sakit baru justru mengalami keterbatasan layanan hingga berujung pada rujukan pasien ke daerah lain.

“Semua harus dipersiapkan dengan baik. Jangan sampai sudah beroperasi, tapi fasilitasnya belum lengkap,” katanya.

Ia pun mendorong pihak terkait untuk melakukan kajian ulang terhadap kesiapan layanan, baik dari sisi peralatan medis, tenaga kesehatan, maupun sistem pelayanan. Tujuannya agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara nyaman dan maksimal di rumah sakit tersebut.

“Kalau bisa dikaji dan diriset kembali, supaya masyarakat nanti benar-benar merasa nyaman saat berobat,” pungkasnya. (*)

 

Indra/Rdk