BERAU, Global-satu.com – Komisi I DPRD Berau turun langsung meninjau RSUD dr. Abdul Rivai pada Selasa (23/10/2025). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan fasilitas rumah sakit berjalan sesuai komitmen.
Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita, bersama anggota komisi tampak memantau perkembangan layanan, terutama pada fasilitas Intensive Care Unit (ICU). Dari hasil peninjauan, sejumlah perbaikan mulai terlihat. ICU kini sudah memiliki delapan bed, dan tarif pelayanan BPJS akan kembali normal pada bulan November mendatang.
Sebelumnya, ruang ICU dinilai kurang memadai dan tidak mampu menampung kebutuhan pasien kritis. Kini, penambahan delapan tempat tidur lengkap dengan fasilitas pendukung menjadi angin segar bagi masyarakat.
Namun, Elita menilai masih ada pekerjaan rumah yang belum selesai, terutama ruang Hemodialisa (HD) atau layanan cuci darah. Ia menyebut kapasitas ruang HD masih terbatas dan belum sebanding dengan jumlah pasien.
“Jumlah pasien cuci darah di Berau cukup tinggi, mencapai ratusan. Kita tidak ingin masyarakat peserta BPJS terpaksa berobat ke luar daerah hanya karena ruangnya terbatas. Fasilitas HD ini harus segera diperluas agar semua alat bisa beroperasi maksimal,” tegas politisi Partai Golkar itu.
Elita juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara DPRD, Dinas Kesehatan, dan manajemen RSUD dalam menjaga mutu pelayanan publik di sektor kesehatan.
“Peningkatan pelayanan kesehatan tidak bisa dikerjakan sendiri. Semua pihak harus bekerja bersama agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Ia berharap RSUD dr. Abdul Rivai terus berinovasi, baik dari sisi pelayanan maupun fasilitas penunjang, agar akses kesehatan masyarakat semakin baik.
“Kita ingin rumah sakit ini menjadi kebanggaan warga Berau, lebih modern, humanis, dan memberikan pelayanan terbaik, khususnya bagi peserta BPJS dan warga kurang mampu,” pungkasnya.
Indra/Adv
.
.
.




