banner 728x250.

Ketua DPRD Berau Soroti Lemahnya Koordinasi Program MBG di Daerah

banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 1.001 kali

BERAU, Global-satu.com – Ketua DPRD Kabupaten Berau, Dedy Okto Nooryanto, menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai dijalankan di Bumi Batiwakkal.

Ia menilai, meski program tersebut memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah dan kelompok rentan, namun implementasinya di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala, terutama soal koordinasi lintas sektor.

Dedy Okto Nooryanto yang disapa akrab Dedet itu mengatakan, berdasarkan pengamatan, pelaksanaan program MBG di Berau belum berjalan optimal karena lemahnya sinergi antar instansi teknis dan minimnya kesiapan di tingkat pelaksana.

“Program ini bagus, tapi kalau koordinasi antar dinas tidak jalan, hasilnya tidak akan maksimal,” ujarnya, Minggu (26/10/2025).

Foto : Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto.

Menurutnya, program yang digagas pemerintah pusat ini membutuhkan kesiapan matang di tingkat daerah, mulai dari regulasi, sumber daya manusia, hingga dukungan anggaran yang tepat sasaran. Ia menyebut, Kabupaten Berau memiliki kondisi geografis yang cukup kompleks — terdiri dari wilayah darat, pesisir, dan kepulauan, sehingga pelaksanaan program tidak bisa disamaratakan.

“Berau punya tantangan tersendiri. Maka perlu koordinasi yang solid agar pelaksanaan di kampung dan sekolah berjalan lancar,” tambahnya.

Dedet menilai, sejauh ini Pemkab Berau sudah mulai berupaya memperbaiki sistem dengan mengoptimalkan fasilitas lokal, termasuk memanfaatkan gedung lama menjadi dapur gizi sebagai bagian dari percepatan program MBG. Namun, ia mengingatkan agar langkah teknis tersebut dibarengi dengan perencanaan yang terukur dan pelibatan semua pihak.

“Kalau hanya inisiatif satu dinas tanpa dukungan lintas sektor, ya tetap akan lambat. Harus ada sinergi dari bawah sampai atas,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

DPRD Berau, lanjutnya, siap mendukung pemerintah daerah dalam menyiapkan regulasi pendukung serta penguatan potensi pangan lokal agar program MBG benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Ia juga mendorong agar sumber pangan yang digunakan berasal dari produk lokal untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat kampung.

Ia menegaskan bahwa jangan sampai program ini hanya jadi proyek seremonial. Sehingga ia menekankan program tersebut harus benar-benar menyentuh masyarakat dan melibatkan pelaku lokal.

“Kalau bisa, bahan pangan untuk MBG dipasok dari petani dan nelayan Berau sendiri,” pungkasnya.

 

Indra/Rdk/Adv