PANGKALPINANG – Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Oloan Sitorus, S.H., M.S. memaparkan ada tiga pesan dari Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Hadi Tjahjanto pada momentum peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Tahun 2022.
“Ada tiga pesan pak Menteri melanjutkan pesan pak Presiden, pertama menyelesaikan PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) yang dulu namanya PRONA. Itu harus selesai,” kata Oloan Sitorus kepada awak media di ruang kerjanya, usai peringatan Ulang Tahun Undang Undang Pokok Agraria (UUPA) ke-62, Senin (26 /9/2022).
Ia menjelaskan, pesan Menteri ATR/Kepala BPN yang kedua, yaitu menyelesaikan kejadian konflik termasuk mafia tanah dan yang ketiga mendukung percepatan IKN (Ibu Kota Negara).
“Sebenarnya kalau di Babel, kayaknya mafia tanah itu belum ada. Bahkan mafia tanah itu kita sebut sebagai kejahatan pertanahan,” jelas Oloan.
Kendati demikian, pihaknya tahun ini sengaja mencari satu kasus untuk diselesaikan, namun belum ada.
“Biasanya kan harus massif akibatnya, dampaknya. Contoh-contoh yang kita serahkan ke pusat itu tidak masuk kategori mafia tanah,” sebut Oloan.
Oleh sebab itu, Kakanwil BPN Babel mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pengusaha agar jangan mengurus sertifikat tanah dengan menggunakan jasa para calo.
“Kalau masyarakat mau mengurus sertifikat, pengusaha mau ngurus sertifikat gak usah kemana-mana langsung ke sini (BPN), pasti kita pelayanan prima. Di kantor-kantor pertanahan itu, orang yang mengurus sertifikat secara langsung itu lebih mendapat karpet merah dari pada melalui calo-calo,” tandasnya. (Bmg)
.
.
.




