banner 728x250.
News  

TKSK Dampingi Penerima BLT-BBM di PT. Pos Indonesia Cabang Idi

IMG-20220914-WA0005
IMG-20220914-WA0006
banner 728x250. banner 728x250.
Dilihat: 667 kali

ACEH TIMUR -Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Dampingi Penerima Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT-BBM) yang berlangsung di PT. Pos Indonesia Cabang Idi, selasa,(12/9/2022).

Dalam beberapa hari terlihat masyarakat dari berbagai desa maupun kecamatan ramai mendatangi PT. Pos Indonesia, untuk mengambil BLT-BBM.

Selanjutnya tenaga kesejahteraan sosial kecamatan(TKSK) Darul Ihsan Muzakir saat mendampingi penerima BLT-BBM, ke awak media menyampaikan bahwa hari ini adalah jadwalnya, hari ini juga dia ikut membantu dan mendampingj masyarakat sejumlah 693 0rang, adapun jumlah Rupiah yang diterima per orang Rp.500.000

Muzakir menjelaskan secara rinci bahwa penerima BLT-BBM adalah untuk bulan agustus dan september 2022 perbulan Rp. 150.000 serta di kalikan 2 bulan menjadi Rp. 300.000 serta hari ini juga cair dana Sembako 1 bulan yaitu september 2022 sebesar Rp 200.000, jadi total keseluruhan per orang yang menarik uang di PT. Pos Indonesia Cabang Idi adalah Rp.500.000.

“Kita harapkan juga dengan adanya bantuan ini agar warga penerima manfaat dapat mempergunakan sebaik mungkin, serta juga bagi warga yang belum mendapatkan BLT-BBM kita untuk bisa bersabar,” harapnya.

Bersamaan waktu terlihat tenaga kesejahteraan sosial kecamatan(TKSK) idi timur Muslem ikut mengkoordinir pendampingan penerima BLT-BBM yang sedang antrian panjang dihalaman Kantor PT. Pos Indonesia.

Muslem selaku TKSK dalam kesempatannya juga menyampaikan hari ini dari kecamatan Idi timur bersamaan jadwal penyaluran BLT-BBM dengan kecamatan Darul Ihsan. “Alhamdulillah kondisi situasi aman dan terkendali mengikuti antrian dengan lancar dan aman walaupun harus berbaur,” tuturnya.

Salah satu penerima bantuan BLT-BBM Hamdani mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan gratis ini kepadanya. “Semoga pemerintah selalu memberdayakan masyarakat yang ekonomi lemah di indonesia,” sebutnya. (TS)