Dilihat: 1.158 kali
SAMARINDA – Setelah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM ) bersubsidi ditetapkan sejak 3 September 2022 lalu oleh Pemerintah Pusat, gejolak penolakan terjadi di sejumlah daerah seperti halnya di Samarinda kalimantan timur.
Aksi penolakan secara silih berganti berlangsung di sejumlah lokasi di Samarinda, Mahasiswa dan sejumlah kalangan saling berorasi meminta agar pemerintah tidak menaikkan harga BBM karena dianggap kebijakan itu kurang tepat.
.
.
.




